Breaking

Rabu, 18 April 2018

Kenapa harus ada golongan Murid? dimata Guru

Kenapa Harus ada golongan di murid?

Maksud golongan disini adalah masih banyak diantara para guru mencap / melabeli muridnya dengan Murid Nakal, Murid Baik, Murid Pintar dan murid-murid yang lainnya. Kenapa tidak kita samakan saja labelnya dengan label murid saya/anak saya, apa salahnya?
Karena kita ketahui, baik atau buruk seorang murid, tetap saja itu murid kita, dan semua juga paham baik buruknya murid, salah satu pengaruhnya adalah baik buruknya seorang guru.

Kenapa kita harus susah-susah mengganti raut muka ketika kita bertemu dengan murid kita?

  • Kalau bukan kita, gurunya, yang membina murid nakal? siapa yang harus mebina?
  • Kalau bukan kita, gurunya, yang membetulkan ketika murid melakukan kesalahan?, siapa yang harus membetukannya.
  • Kalau bukan kita, gurunya, yang menegur ketika muridnya mencoba sesuatu yang dianggap salah? Siapa yang harus menegur?
Jadi.... Kenapa kita tidak samakan saja namanya, bahwa itu murid kita. Tidak ada lagi yang namanya Murid Nakal, Murid Bandel, Murid Pinter, Murid baik.

Ingat Firman Allah...
Surat al Hujurat [10]: Kenapa Allah Menciptakan Manusia Berbeda-Beda? Dan Apa Kemuliaan yang Sebenarnya Menurut Al Quran?
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13).
Jadi, kita seorang guru, jangan pernah merasa menjadi manusia yang paling mulia. Dengan saling mengenal, kita akan mudah berbagi nasihat kebaikan dan saling mengingatkan agar selalu taat kepada-Nya, dengan begitu semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Karena bagi Allah, orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa.