Breaking

Sabtu, 08 Juli 2017

Budidaya Ayam Kampung usaha sampingan yang menjanjikan

budidaya ayam kampung
Budidaya Ayam kampung sebenarnya sudah menjadi pekerjaan sehari-hari masyarakat pedesaan, karena Ayam kampung atau ayam buras (bukan ras) sudah banyak diternakkan/dipelihara sejak jaman dahulu. Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus, jenis ayam ini merupakan unggas yang paling banyak dipelihara untuk dimanfaatkan daging dan telurnya untuk dikonsumsi. Sudah bukan rahasia lagi, di Indonesia Ayam kampung diternakkan hanya sebagai usaha sampingan saja bahkan tidak dijadikan ladang usaha. Memang Ayam kampung dipelihara hampir disetiap rumah (diperkotaan kayaknya tidak, red), tapi dalam pemeliharaan ayam kampung  tidak dilakukan secara intensif, karena sebagian besar masyarakat menganggap beternak ayam kampung bukan merupakan usaha utama. Pada umumnya penduduk Indonesia memperlakukan ayam kampung tidak seperti halnya ayam ras, biasanya ayam kampung dibiarkan lepas untuk mencari makan sendiri lalu dimasukkan ke kandang ketika menjelang malam hari. begitu pula halnya dalam Pemberian pakan, Pemberian pakan tidak dilakukan secara rutin atau terjadwal.
budidaya ayam kampung
Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan Ayam kampung, karena ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang sudah memasyarakat dan tersebar hampir di  seluruh pelosok Indonesia.  Ayam kampung mudah ditemukan terutama di wilayah pedesaan. Istilah “Ayam kampung” semula adalah kebalikan dari istilah “ayam ras“, dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Seiring perkembangan jaman, sejak dilakukannya program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa jenis ayam asli Indonesia (lokal) yang unggul, ayam kampung juga dikenal memiliki beberapa ras unggul. Dan Untuk membedakannya maka dikenalah istilah ayam buras (“ayam bukan ras“) bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya. Budidaya ayam kampung peranannya cukup besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan karena memiliki daya tahan serta adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan cara pemeliharaannyapun relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan beternak atau budidaya ayam ras.
Sampai saat ini hanya segelintir masyarakat saja yang melakukan aktivitas ternak ayam kampung secara besar-besaran skala komersial. Padahal sebenarnya prospek bisnis budidaya ayam kampung di Indonesia cukup menjanjikan. karena kita ketahui citarasa  daging Ayam kampung berbeda dengan ayam ras (baik ayam pedaging atau ayam petelur). Kekenyalan dan Rasa Daging ayam kampung lebih lezat jika dibandingkan dengan ayam ras. Karena dagingnya yang kenyal dan berisi maka daging Ayam kampung banyak disukai orang , Daging ayam kampung tidak lembek dan tidak berlemak seperti halnya daging ayam ras. Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan). Bukan itu saja, daging ayam kampung memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki daging ayam broiler, salahsatu contohnya yang paling kongkrit, kandungan nutrisi ayam kampung lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam broiler. Begitu pula dengan harganya, Harga daging ayam kampung jauh lebih tinggi, sehingga usaha budidaya ayam kampung sebenarnya jauh lebih menjanjikan. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang tersebut.