Breaking

Jumat, 20 Mei 2016

Pendidikan Anak, Kewajiban Siapa?

Pendidikan, Pendidikan dan Pendidikan....

Dunia pendidikan sekarang menjadi sorotan, dan tentu saja sekolah-sekolah lah yang menerima imbasnya, bahkan tidak sedikit yang menyalahkan sekolah sebagai biang kerok ketidak berhasilan pendidikan di Indonesia. ketika kita sudah ngomong sekolah, tentu saja gurulah yang dianggap tidak becus dalam mendidik anak-anak didiknya.
Padahal kalau kita cermati, dimana kita tinggal disitulah tempatnya pendidikan. Ketika kita diam dirumah, dirumahlah tempatnya pendidikan, ketika kita diam di warung maka diwarunglah tempatnya pendidikan.



Jadi kenapa harus sekolah yang harus dibebani seluruh tanggung jawab pendidikan, dan kenapa harus sekolah serta guru juga yang dijadikan biang kesalahan pendidikan?.

Baiklah, Pertama Sebenarnya kewajiban siapa Pendidikan untuk anak itu?

Kita lihat dulu beberapa hadits dibawah ini:

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi saw bersabda, “Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

Thabrani meriwayatkan dari Jabir Bin Samurah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bahwa salah seorang di antara kalian mendidik anaknya, itu lebih baik baginya dari pada menyedekahkan setengah sha’ setiap hari kepada orang-orang miskin.”

Mengajarkan anak ayat dan juga akhlak alquran ini adalah kewajiban ibu dan bapak.

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali ra, “ Ajarkanlah tiga hal kepada anak-anak kalian, yakni mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya dan membaca al-qur’an. Sebab, para pengusung al-qur’an berada di bawah naungan arsy Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, bersama para nabi dan orang-orang pilihanNya. Dan, kedua orang tua yang memperhatikan pengajaran al-qur’an kepada anak-anak mereka, keduanya mendapatkan pahala yang besar.”
Allah juga berfiran :

 ١٣٢. وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS. 20:132)

Membiasakan berakhlak Islami dalam bersikap,berbicara, dan bertingkah laku, sehingga semua kelakuannya menjadi terpuji menurut Islam (H.R Turmuzy dari Jaabir bin Samrah)

Selain itu, orangtua juga perlu mengajarkan rasa malu sedini mungkin pada anak-anak.

Menanamkan etika malu pada tempatnya dan membiasakan minta izin keluar/masuk rumah, terutama ke kamar orang tuanya, teristimewa lagi saat-saat zhaiirah dan selepas shalat isya’.(Al-qur’an surat Annuur ayat 56)

Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, Rasulullah saw bersabda, “ perintahkanlah anak anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah agar mereka menunaikannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”

dari beberapa hadist dan firman ALLAH SWT diatas sangat jelas bahwa pendidikan anak itu kewajiban dari orang tua. Maka dirumahlah pendidikan anak berawal.

Dimana Tempat Pendidikan itu.
Diatas sudah sedikit dibahas, bahwasannya tempat pendidikan itu dimana saja, dimana kita berdiri. jadi apabila kita presentasikan, presentase anak diam disekolah dengan diam diluar sekolah lebih banyak anak diam diluar sekolah, yaitu di rumah dan dilingkungan dimana anak itu tinggal.

Kesimpulan.
Dari pembahasan diatas saya menarik kesimpulan bahwa pendidikan anak itu adalah kewajiban kita semua, bukan hanya kewajiban guru disekolah. tukang warung, tukang ojeg, supir angkot dan yang lainnya berkewajiban dan mpendidikan anak, tidak melihat itu anak siapa, kaya ataupun miskin., kita berkewajiban untuk ikut mendidiknya.

itu hanya celoteh AEmul saja.