Breaking

Selasa, 17 Mei 2016

Siapakah Pahlawan Sejati itu?


There's a hero If you look inside your heart. You don't have to be afraid Of what you are There's an answer If you reach into your soul And the sorrow that you know Will melt away
Dari teks diatas sudah jelas bahwa hati (qolbu) lah pahlawan sejati kita. Ketika kita gelisah, ketakutan atau putus asa, silahkan renungkan segala permasalahan kita, dan tanyakan langkah terbaik yang harus diambil kepada hati kita yang paling dalam sambil berserah diri kepada ALLAh SWT.

Seorang motivator memberikan 4 langkah menuju sukses, yaitu :
1. Pikirkan, Pikirkan Mau jadi apa kita!
2. Yakini, Yakini apa yang akan kita kerjakan akan berhasil.
3. Kerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, 
4. Sukses.
Dari 4 langkah tersebut, semuanya berhubungan dengan hati kita, maka saya berpendapat bahwa hatilah (qolbu) yang berpengaruh pada kelangsungan hidup serta kesuksesan kita.

Lalu pertanyaannya adalah apa dan bagaimana hati itu?
Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw: Dari Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كلهألا وهي القلب
Artinya: ” Ketahuilah,sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. ( Hadis Riwayat Bukhori ).

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ      : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لَا يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Telah menceritakan kepada kami Abu Nuaim, telah menceritakan kepada kami Zakariya dari ‘Amir berkata; aku mendengar  Rasulullah SAW bersabda: “yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan  barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada  perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh kedalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkn-Nya. Dan ketahuilah bahwa setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabula rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati”.


Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hadis tersebut memuat mengenai eksistensi الْقَلْبُ sebagai organ tubuh yang sangat berperan penting pada tubuh. Sebagaimana yang dipaparkan di atas bahwa sebenarnya lafadz الْقَلْبُ bisa diartikan sebagai dimensi fisik yang berfungsi sebagai organ tubuh yang dapat diraba dan dalam dimensi spiritualnya sebagai sesuatu yang bersifat immateri dan tidak terlihat.sebagai organ fisik. Atau juga dapat diartikan bahwa hati merupakan pilar kehidupan tubuh, sedangkan sebagai organ maknawi hati merupakan pilar perasaan, keyakinan, nalar, pemikiran, pemahaman, akhlak dan budi pekerti. Serta juga dapat diartikan sebagai otak, yangmana otak sangat berperan bagi tubuh. Adapun mengenai kualitas hadis tersebut merupakan hadis shohih yang bisa dijadikan sebagai patokan.